Pendahuluan

Benda bertuah sejak ribuan tahun silam telah menjadi sumber daya tarik bagi manusia. Benda bertuah dengan segala keunikkannya telah memukau semua orang dari yang berkedudukkan tinggi seperti maharaja, ratu, bangsawan hingga manusia biasa. Blog ini akan menjelajahi beberapa benda bertuah yang terkait dengan kekuatan gaib di dalamnya atau yang memiliki ( Faktor X ), keunikkan, kelangkaan, khasiat serta manfaatnya. Sebenarnya tidak semua benda bertuah yang yang memiliki Faktor X harus berharga mahal, banyak yang memiliki Faktor X tetapi karena berbeda species menjadikannya tidak terlalu mahal.

Benda bertuah adalah suatu benda yang di gemari dan di cari orang bukan saja untuk perhiasan, melainkan juga di percayai akan adanya kekuatan yang tersembunyi di dalamnya, dengan adanya anggapan hal kekuatan-kekuatan yang tertentu itu, maka timbullah suatu kepercayaan yang turun menurun sampai dewasa ini. Umumnya oleh orang modern di anggap tahayul, ( percaya kepada benda mati ) tetapi janganlah lupa ...?. Bahwa tiap-tiap manusia betapapun ia modern, sesungghnya tidak akan terlepas dari kepercayaan kepada hal-hal yang gaib, walaupun ia tak mau mengakui. Pokok pangkal dari segala kepercayaan dengan apa yang di namakan sebagai tahayul itu terletak pada perasaan tidak kekalnya segala apa yang tampak di dunia.

Maka di carilah sesuatu dengan mempercayai sesuatu yang kiranya dapat menenagkan hati dan jiwanya, dan jika seseorang itu menemui keberhasilan, kebahagiaan, ketentraman dll, dari apa yang di percayainya itu, Kita tidak dapat menyalahkan kepercayaan itu, karena tiap-tiap manusia boleh mencari jalan keselamatan dirinya sendiri dengan cara yang mereka anggap baik, dan sesungguhnya segala sesuatu yang di ciptakan Tuhan pasti ada manfaatnya. Adapun khasiat adalah sebagian dari manfaat, di dalam pemahaman Ilmu hikmah, pada Hakekatnya benda yang memiliki kekuatan itu hanya sebagai sebab belaka, atau perantara yang di titipkan kekuatan pada suatu media ( benda mati ) sedangkan arti kekuatan itu berasal dari Tuhan semata-mata.

Kisah tentang keajaiban dengan perantara benda mati amat banyak kita temui dalam Kitab-Kitab Suci. Semisal kisah Rasulullah SAW, ketika beliau mendengar ada seseorang yang disiksa dalam kuburnya, maka beliau mengambil pelepah Kurma yang masih basah kemudian menancapkannya pada kubur itu sambil bersabda " Selagi pelepah Kurma masih basah, mudah-mudahan Tuhan meringankan siksa si fulan ". Cerita Tongkat Nabi Musa As, yang dapat membelah lautan menjadi jalan dengan perantaraan sebuah tongkat ( sebuah kayu ). Juga memberi kekuasaan kepada Nabi Sulaiman As, dapat menundukkan segala bangsa jin melalui sebuah benda mati bernama Cincin Nabi Sulaiman As. Atau Sewaktu Nabi Yusuf As, mengirimkan bajunya dengan pesan agar diusapkan pada wajah Nabi Yakub As, sehingga dengan perantaraan baju itu meyebabkan buta yang diderita ayahandanya sembuh dengan izin Tuhan, dan sebagainya.

Benda Betuah Indonesia. Bukan nama namun hanya sekedar istilah untuk memberikan suatu gambaran bahwa kekuatan suranatural itu sebenarnya memang ada dan bisa memberikan suatu alternatif yang maksimal untuk banyak kasus yang menyangkut masalah dasar manusia, seperti : rezeki seret, Bisnis macet, penyakit tak kunjung sembuh, stress berkepanjangan, lambat perjodohan, kesialan dalam hidup, dan sebagainya. Benda bertuah yang di pancarkan oleh kekuatan ghaib di dalamnya demi untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan orang banyak, memang cukup mumpuni selagi kita memahami dan mengerti, serta menggunakannya dengan benar.

Buktinya kendati pun kita hidup di zaman serba canggih sekarang ini di mana instrument teknologi serba canggih dan spektakuler yang mencakup di segala bidang seperti dalam bidang pertanian, bidang kedokteran, bidang penerbangan dan sebagainya, namun keberadaan kekuatan-kekuatan yang bersifat magis tetap saja masih sulit di lupakan. Adapun keberhasilan dengan suatu media, perantara atau dengan sarana benda bertuah sudah barang tentu tidak akan mendahului kehendak Tuhan atau menduakan Tuhan. Namun untuk memberikan kita sebagai motivasi agar tetap berusaha dengan sebaik-baiknya.

Sebab dengan berusaha maka pertolongan Tuhan akan selalu datang. Benda-benda bertuah yang kini hadir, setelah sekian lama telah menjadi rahasia di kalangan para Spiritual dan Supranatural. Atas ijin Tuhan Blog Benda Bertuah Indonesia ini dapat kami buat, dengan maksud untuk membantu masyarakat dalam mengatasi berbagai kendala dalam kehidupan. Semoga benda bertuah yang bernuansa magis ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan harapan kami dapat di praktekan sendiri sesuai masalah yang di hadapi. Sebagai manusia biasa, atas segala kekurangan dan kekeliruan dalam Blog ini, dengan penuh kerendahan hati mengharap segala tegur sapa dan kritik sehat dari semua pengunjung Blog ini. Dan kami ucapkan banyak terima kasih.

Kamis, 30 Januari 2014

MENGKAJI BENDA BERTUAH - MAGIS


1 . BENDA GHAIB  - MAGIS

Berburu benda ghaib dan penarikkan benda bertuah atau benda yang berkekuatan magis tentu tidaklah mudah, harus dipersiapkan segalanya secara matang dan benar karena segala sesuatu yang bernuansa ghaib pasti memiliki tingkat resiko yang tinggi dan bisa berakibat fatal bagi yang kurang mengerti ilmunya. 

Benda-benda tersebut terdapat diberbagai lapisan bumi, yang terdiri dari bermacam sifat alam baik yang bersifat nyata maupun yang bersifat kasat mata ( ghoib ).  Dan sudah barang tentu diperlukan olah batin tertentu untuk mendapatkannya.  Keberadaan benda bertuah yang memiliki kekuatan magis memiliki aura kekuatan khodam yang melindunginya, sehingga benda tersebut tidak terlihat oleh mata kasar, yang timbul hanyalah energi dari kekuatan yang ada pada benda bertuah yang memancarkan energi akan  keberadaannya.   

Benda-benda yang memiliki kekuatan seperti benda bertuah atau benda magis, seperti mustika, geliga, batu, dan sebagainya,  adalah batu yang sudah terbentuk dengan sendirinya baik di alam ghaib maupun di alam nyata dan tidak boleh di asah, maupun di ubah bentuknya karena bila di asah dan di ubah bentuknya, akan mengakibatkan keghaiban dan kekuatan dari benda itu akan hilang. 

Yang tergolong sebagai benda bertuah adalah benda yang dapat di
ketahui nilai keghaibannya, dan yang terbaik adalah yang didapat dari alam ghaib yaitu dari penarikan secara ghoib, bisa juga dari alam ghoib yang diperoleh dengan tanpa sengaja dikarenakan benda tersebut datang sendiri kepada seseorang yang khodamnya cocok dan mau ikut dengan orang yang di kehendakinya. 

Namun ada juga benda bertuah, magis yang didapat dari alam nyata dan banyak yang serupa dengan benda di alam ghoib tetapi benda tersebut daya kekuatannya dibawah benda bertuah dari alam ghoib.   

Adapun benda pemberian dari bangsa ghoib merupakan suatu tanda ikatan antara manusia dengan dimensi alam halus yang saling membantu satu sama lainnya, yang peting ikatan tersebut tidak merusak aqidah kita kepada Allah, dengan cara seperti ini maka apapun dapat di
buktikan bantuan yang tersalur dari khodam benda tersebut,  sehingga dengan kedekatan yang terus terjalin akan membuahkan suatu keberhasilan dalam kehidupan yang pada hakikatnya dari Allah.

Penarikan benda bertuah
, magis dari alam ghoib tidak ubahnya seperti kita meminta, membeli atau mengambil dialam nyata ( di dunia ) seperti kalau kita meminta jadi tergantung si pemilik benda tersebut, kalau membeli kita harus mengganti dengan sejumlah uang dan kalau kita mengambil tanpa seizin pemiliknya maka si pemilik akan marah.  

Nilai seni dari penarikan benda ghoib yaitu ketika kita harus berhadapan dengan makhluk ghaib yang jahat  atau berilmu tinggi dan biasanya sebelum khodamnya menemui kita banyak godaan yang akan muncul dalam proses penarikan.  

Penarikan benda bertuah bisa dilakukan dengan jalan melakukan ritual dan berdialog dengan makhluk ghaib yang menguasai benda tersebut, dan bahkan terkadang harus bertempur untuk mengalahkan bangsa mereka, namun cara ini dilakukan bila kita mengambil, meminta bukan dengan cara membeli dengan makluk ghaib tersebut.   

Proses penarikan dari alam ghoib di lakukan dalam tiga tahapan, Pertama adalah menarik dan menghadirkan benda ghoib kealam nyata.  Kedua sesudah benda ghoib tersebut hadir, harus dikunci agar tidak hilang kembali dan khodamnya tidak keluar dari bendanya, Ketiga Adalah proses penyempurnaan kekuatan benda ghoib tersebut agar betah di tempatnya dan berfungsi sebagaimana semestinya.  

Adapun
sifat dan kelas benda-benda yang berkekuatan magis tergantung kekuatan unsur khodam yang mendiaminya, terkadang ada jenis khodamnya bisa untuk atraksi dan ada juga yang fasip berfungsi di saat ada bahaya dan dibutuhkan saja. Dalam proses penarikan benda-benda magis yang didapat  bisa berupa Mustika, geliga, buntat, Batu Akik, Keris, Tombak, harta karun, dll.

2 . BATU  PERMATA - MULIA

Menurut sejarah awalnya bumi terbuat sebuah gumpalan gas, kemudian mencair lalu  menjadi beku dari luar dan berkulit keras diatas kulit bumi terjadi sesuatu yang hidup mula-mula Binatang rendahan 600 juta tahun silam, kemudian muncul tumbuhan lalu binatang menyusui 175 juta tahun silam,  dan akhirnya datanglah manusia setengah juta tahun silam, yang sekarang berkembang biak sampai jutaan jiwa. Kulit bumi terdiri dari 20 % dari bahan pasir dan batu-batuan, yang di ebut Batu Permata 90 % berasal dari pasir dan batu-batuan tersebut.

Apabila batu-batu permata ditelaah secara ilmiah, bahwa batu permata tidak berbeda dengan tambang aneka warna dari batu ini sangat mempesona manusia sehingga manusia memberi gelar ‘’ Batu Mulia ’’ Asal usul terbentuknya batu-batuan kalau dirujuk dalam bidang ilmu kebumian semua batuan yang kita temui di muka bumi ini bisa di bagi menjadi tiga kelompok sesuai proses penciptaannya sebagai berikut :

1 . Batu Bekuan  : Yang dimaksud batu bekuan adalah batuan yang berasal dan terbentuk dari cariran magma yang meleleh keluar darui perut bumi. kemudian mendingin dan membeku dan mengeras menjadi batu.   

2 . Batu Endapan :  Jenis batu ini merupakan endapan dari pertikel-partikel pecahan batu bekuan yang terjadi karena adanya pelapukan yang disebabkan oleh cahaya panas matahari, pengikisan yang di akibatkan oleh hujan dan angin, serta abrasi yang terjadi didalam aliran sungai maupun karena gempuran gelombang laut di pantai. Partikel-partikel kecil tersebut secara alami akan terlarut dalam aliran air, untuk kemudian menimbun, mengendap dan mengeras didasar sungai, laut maupun di goa-goa.    

3 . Batu Malihan : Adalah jelmaan dari batu-batu bekuan maupun batu endapan yang telah mengalami perubahan secara drastic hingga terbentuk menjadi sejenis batuan yang sama sekali baru dan berbeda dari bahan aslinya.

Bagaimana daya batu permata dan mekanisme kerjanya dalam mempengaruhi si pemakainya cara kerjanya identik dengan gunung, batu permata dari mineral bebatuan utamanya gunung sebagai kulit bumi dan manusia di ciptakan dari tanah ( bumi ).  Batu permata memiliki aura yang tak terlihat dan manusia juga memilki aura tersebut bila di pakai aura batu permata merasuk keaura orang yang memakainya dan memberi tambahan daya energi untuk kestabilan mental sehingga menjadi lebih muda tercapainya kondisi tersebut.

Seseorang akan memilih dan memiliki batu tertentu yang disenanginya ada hubungan yang terjalin secara emosional yang berhubungan dengan daya batin, jika tidak ada hubungan batin antar pemilik batu itu maka kepemilikan itu tidak menghasilkan daya mistik apa-apa melainkan hanya sekedar kesenangan dan koleksi.  

Karena itu bila kita ingin mendapat manfaat dari kepemilikan batu kita harus tahu persis arti dari lambang, simbol dan warnanya dengan keinginan kita lalu kita berusaha mewujudkan dengan tidak melupakan kekaguman kita pada batu tersebut yang pada hakikatnya ciptaan dan tanda kebesaran Tuhan.

Pembuatan batu permata, awalnya berupa bahan material mentah berupa batu bongkahan yang ditemukan di gunung-gunung yaitu muntahan lahar gunung berapi yang membeku selama beratus-ratus tahun, dari bongkahan yang telah di pilih, kemudian di lakukan pemotongan sesuai ukuran yang diinginkan, setelah di lakukan pemotongan baru pemolesan yang di lakukan secara tradisional maupun teknologi mesin dan terakhir di lakukan finishing dengan menggunakan amplas dan bubuk intan.   

Untuk pembuatan batu yang memilki kekuatan mistik tertentu setelah dilakukan pemotongan proses pemolesan atau penghalusan menggunakan bambu yang dilakukan dengan berpuasa kemudian penyelarasan akhir batu itu dibuang kealam ghaib untuk diambil kembali batu tersebut sesudah berisi khodam yang di inginkan.

3 . KAYU BERTUAH - MAGIS

Pengetahuan tentang kayu bertuah sudah banyak diketahui sejak zaman dahulu kala oleh para leluhur  kita yang di wariskan kepada anak cucu secara turun temurun, hingga kini masih banyak diantara masyarakat kita yang meyakini bahwa beberapa jenis kayu tertentu memiliki daya, kekuatan gaib. kayu yang di maksud ada yang berasal dari pohon-pohonan atau kayu bekas dari tempat-tempat yang di keramatkan atau makam leluhur, dapat juga kayu yang di anggap bertuah karena sifatnya yang sangat langka atau memiliki sifat yang khusus yang tidak di miliki oleh kayu lain.

Kayu yang bertuah memiliki jumlah sangat terbatas sekali,  dan Setiap jenis kayu memiliki karakter serat dan sel kayu yang berbeda-beda.  Dan yang membuat sifat dari jenis kayu berbeda. Karena di pengaruhi pula oleh karakter tempat dimana jenis kayu tersebut dapat tumbuh sehingga setiap jenis kayu akan memiliki manfaat, khasiat. Adapun asal-muasal adanya khasiat atau daya kekuatan dari berbagai jenis kayu yang bertuah secara ilmiah ada memiliki beberapa faktor di antaranya :


1 . Karena faktor Usia : segala macam benda fisik tidak bersifat abadi, melainkan mengalami kerusakan dan kehancuran. benda dan tumbuhan yang ada diplanet bumi ini, bersifat menyerap dan memancarkan energi, Pada tumbuhan, kelebihan energi akan disimpan dan menyatu dengan batang terutama pada inti batang, pohon yang biasanya berwarna lebih tua dan terletak dilingkaran paling dalam batang pohon. Bagian luar pada kayu terlebih bagian kulit terdiri dari sel-sel muda, sementara itu bagian dalam merupakan pemadatan dari sel-sel yang lebih tua.  

2 . Karena Faktor Karakter Sel :  Selain faktor usia, kayu bertuah disebabkan oleh unsur yang terkandung dalam zat serta sifat-sifat sel pohon. unsur pada zat dan sifat suatu pohon akan menentukan dari mana asal unsur energi yang diserapnya.  Seperti pohon yang banyak menyerap energi tanah, akan menjadikan pohon tersebut dapat berfungsi sebagai penetralisir daya listrik positif. Hal yang sama terjadi pada ragam jenis bebatuan alam.  

3 . Karena faktor Lokasi :  Pada jenis pohon yang sama, tetapi tumbuh di lokasi yang berbeda akan dapat menentukan pula perbedaan serapan energi. Hal itu menentukan besar kecilnya khasiat atau daya kekuatan kayu walaupun ia masih dalam satu jenis.  Berbeda lokasi alam tentu berbeda pula pusaran energinya. Lokasi alam yang lebih besar memancarkan energi memungkinkan untuk menambah besarnya energi yang terserap pohon yang tumbuh di tempat itu. 

4 . Karena Faktor Spesifik :  Faktor ini lebih sulit di identifikasi karena untuk pembuktian juga jauh lebih sulit. Yakni karakter pohon yang banyak menyerap energi alam dan mampu mengikat energi itu dalam waktu yang tidak di ketahui batas waktunya atau relatif permanen.  Bahkan pohon yang sudah di tebang pun kayunya masih mampu menyerap energi alam, karakternya hampir menyerupai batu alam hanya bedanya benda ini pernah tumbuh dan hidup dalam waktu yang panjang. 

Jadi kayu yang memenuhi keempat faktor di atas, yang berasal dari pohon yang banyak menyerap energi alam, yang tumbuh di lokasi alam berenergi besar dan berusia sangat tua, tetapi mampu mengikat energi yang permanen. Akan menjadikan kayu yang berkhasiat dan memilki Tuah.  

Derajat tuah kayu  tergantung dari tempat tumbuhnya, areal, lokasi  atau lingkungannya. cara memperolehnya pun dengan berbagai macam cara ritual dalam proses pengambilannya. Selain itu gambaran-gambaran pada kayu tertentu juga di yakini memiliki pengaruh gaib pada pemakainya, kepercayaan pada kayu bertuah tidak hanya terdapat pada bangsa kita, tetapi juga pada bangsa-bangsa lain.

4 . KERIS PUSAKA – TOSAN

Keris adalah salah satu hasil kebudayaan bangsa dan sangat besar pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat pada masa lampau, bahkan keris mendapat kedudukan penting dalam kehidupan sosial masyarakat dan keris tidak kalah pentingnya dengan hasil budaya lain, banyak peminat dan yang memiliknya tetapi jarang yang mengetahuinya secara mendalam.

Konon di zaman pewayangan, para dewa telah menurunkan beberapa bilah keris pusaka untuk umat manusia. Keris-keris pusaka itu jatuh ke tangan darah Bharata baik itu kalangan Astina maupun kalangan Pandawa semua keris-keris itu di turunkan, tentu saja setelah mereka membuat jasa bagi para dewa. 


Tetapi dalam peperangan besar yang dinamakan “ bharatayuda ” keris-keris pusaka itu banyak yang lenyap, baru di kemudian hari para Raja di tanah jawa memerintahkan kepada para empu untuk membuat tiruannya, tentu saja empu-empu pilihan dan berilmu spiritual yang tinggi sehingga dapat melacak kembali bentuk asli keris pusaka yang hilang itu dengan “ tapa brata ” 

Dan setelah Empu yang bersangkutan mendapat petunjuk dari Tuhan, maka di buatlah gambar pola dan di hadapkan kepada Raja dan setelah di setujui oleh raja maka Empu mempersiapkan segala sesuatunya untuk membuat keris tersebut. Dengan dasar pola keris-keris kuno itu lama kelamaan berkembang dengan berbagai bentuk, baik itu keris berbentuk lurus maupun bentuk lekuk, dari lekuk 1 hingga lekuk 15 ada juga empu yang membuat. Pembuatan keris ada dua macam ;

1 . Pertama :  Bahwa logam bahan keris dan logam bahan pamor dilebur menjadi satu, kemudian dibentuk menjadi keris. Cara ini pamor pada keris akan timbul dengan sendirinya tanpa rencana sebelumnya.   


2 . Kedua : Dengan merencanakan pamor tertentu logam bahan keris lebih dahulu dibentuk menjadi wilahan keris, barulah ditempakan logam pamor sesuai yang di rencanakan.  Dan tentu saja seorang empu tidak akan sembarangan dalam mengerjakan keris, empu sangat teliti dan berhati-hati dalam merampungkan kerisnya, sehingga pembentukan bilahan maupun pengetrapan racikannya tepat sekali, sehingga terlahirlah keris-keris yang sangat indah, sangat di gemari dan di kagumi karena keindahan garapnya dan di kagumi karena daya magisnya.

Daya magis yang menyelimuti bilahan keris mempunyai misi tersendiri dalam kehidupan pemilik pusaka, daya magis itu terdapat pada besinya secara alami, daya magis itu berasal dari pamor menurut motifnya dan daya magis itu bisa juga terdapat pada motif kerisnya atau dapur kerisnya. Karena empu penciptanya yang merangkum seluruh daya pada bilahan keris itu untuk menjadi satu tujuan ialah tercapainya apa yang di
kehendaki pada pemilik keris itu atas ridho Tuhan. 

Dari lukisan sepintas di
atas, tampak bahwa produksi keris dan benda-benda pusaka kuno itu terjadi pada zaman kerajaan hindu, pada zaman kerajaan budha, pada zaman kerajaan islam. Ada hal yang menarik dari dari kenyataan ini : 

1
. Bahwa keris dan benda-benda pusaka itu akan mampu tahan menghadapi cuaca selama berabad-abad lamanya.    Bahwa masyarakat peminat keris mampu memeliharanya selama masa yang sekian itu.   Bahwa keris dan sebagainya itu dibuat oleh para empu dengan latar belakang agama yang berbeda-beda hindu,budha dan islam.   Bahwa isi keris yang sifatnya ghoib dari kerja dan benda-benda pusaka itu sekalipun sudah sekian ratus tahun umurnya masih berfungsi kekuatannya. 

2 . Bahwa generasi modern dengan latar belakang agama yang berbeda dengan latar belakang pendidikan formal yang berbeda, dengan latar belakang pendidikan keluarga yang berbeda, banyak yang suka dengan keris. Bahwa keris dan benda-benda pusaka lainnya sebagai kesatuan antar yang fisik dengan yang metafisik merupakan hasil ahli-ahli kuno, yang jika ilmu pengtahuan dan teknoligi modern makin jauh perkembangannya.   

3 . Bahwa sampai sekarang ini belum ada usaha ilmuwan nasional Indonesian untuk menyelidiki keris dan benda-benda pusaka itu baik secra ilmu yang rasional, maupun secara agama.

5 . AZIMAH - HAEKAL - RAJAH

Y
ang di maksud dengan Haekal, Rajah atau Wafaq adalah Azimat adalah sebuah doa dalam permohonan yang di wujudkan di dalam suatu bentuk tulisan dengan aturan khususiyah, dengan mengikuti aliran-aliran  tertentu, 

Pada umumnya para ahli rajah dalam ilmu batin meyakini bahwa setiap huruf-huruf hijaiyah yang berdasarlkan ilmu hikmah itu mengandung kekuatan khodam dari bangsa Malaikat yang disebut kekuatan ghoib, khodam huruf baik yang di ambil dari huruf bahasa Mesir, Suryani, Ibroni maupun Arabic, dan hampir sebagian besar huruf-huruf yang di tulis dalam lembaran azimat itu merupakan kalimah doa yang bersumber dari Taurat, Zabur, Injil dan ayat Al-quran, hadist dan kalimah hikmah lainnya.

Azimat itu hakikatnya seperti sebuah obat, yang di
maksud itu bukan hanya sakit fisiknya saja seperti sakit demam, flu, kepala, dll.  Orang yang bingung fikirannya seperti orang yang terancam bahaya, pasangan selingkuh, usaha macet, dll. ini juga termasuk penyakit. Karena itu azimat tidak hanya untuk pengobatan saja melainkan bisa juga meliputi hal-hal yang berkaitan dengan berbagai hajat dalam kehidupan, tujuannya merubah masalah yang berat menjadi ringan, dan sebagainya.

Untuk meraih ke
selamatan dll,  selain menggunakan doa atau  wirid tertentu yang selalu di baca, amalkan sebaiknya  juga mengunakan sarana penunjang bisa berupa azimah atau sarana lainnya sebagai syarat ikhtiar lainnya, yang bertujuan sama, dengan tujuan semata-mata mengharapkan, pertolongan  dari Allah Swt.  

Perbedaanya ada doa yang di ucapkan dan ada doa yang di tulis. Karena tidak semua doa langsung di kabulkan, dalam kondisi yang terdesak, azimat bisa di jadikan wasilah dan perantara untuk mengharap keselamatan dan kalau hanya mengandalkan doa saja, iya kalau doa kita seketika itu makbul di saat kita terdesak, dll. Ada beberapa hal yang menyebabkan sebuah azimat sehingga tulisannya itu mengandung daya kekuatan ghoib atau tenaga magis :   

1 . Karena kesempurnaan ilmu hikmah, gaib, mistik, dan  mengerti dan tahu tata cara lakunya bagi pembuat azimat tersebut.    Karena riyadhoh yang membuat azimat itu dengan berdoa dan mengharapkan agar Allah berkenan memberikah berkah kekuatannya lewat perantara azimat.    

2 . Bahan yang di manfaatkan dalam hal menulis azimat berupa minyak misik, zafaron dan sedikit air hujan yang di campur dengan tinta tertentu, kemudian dasar penulisannya bisa bahan kertas, kain bahkan yang paling afdhol dirajah pada kulit binatang.     

3 . Kondisi batin yang menggunakan azimat adalah dengan memadukkan antara faktor keyakinan dan kebersihan hati bagi pemakainya. 

Sudah banyak pengetahuan Azimah harus di pelajari bagaimana cara menulisnya yang benar sebab sebuah Rajah atau Azimah tidak akan berfungsi kalau di tulis begitu saja, tanpa pengetahuan. Keberkahan dari sebuah azimat harus dari proses yang benar sesuai tata caranya barulah azimat tersebut menimbulkan berkah. 

Dalam menulis azimat  tidak boleh asal-asalan menulis yang berdasarkan kemauan sendiri tanpa mengetahui keilmuan dan tata cara yang sebenarnya dan apabila di lakukan dengan cara demikian bisa mendatangkan bala dan musibah bagi penulisnya. 

Pada saat agama islam baru di perkenalkan oleh Rasululloh saw, hal-hal semacam benda bertuah seperti azimat dll. memang pernah di larang beliau bahkan dalam sebuah hadist di jelaskan ada seorang sahabat Nabi yang mengenakan gelang (azimat) oleh Rasululloh menyuruh melepas bahkan beliau mengatakan.  “  kalau tidak kau buka gelang tersebut aku Rasul tidak akan membaiat dirimu ” 

Tetapi haruslah di ingat, ketika larangan itu di perlakukan iman umat islam saat itu masih sangat tipis, karena agama islam saat itu baru di siarkan oleh Rasululloh Saw.   Dan azimat-azimat yang  di manfaatkan pada saat itu juga azimat buatan zaman jahiliyah sebelum adanya Islam di Arab yang indentik dengan animisme dan dinamisme.  

Selain mempertimbangkan buatan zaman jahiliyah beliau juga mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan keimanan masyarakat saat itu, Setelah keimanan masyarakat pada zaman Nabi itu semakin menguat, dan beliau pun memperkenalkan ilmu-ilmu yang bersifat hikmah bagi para sahabat baik yang menggunakan metode yang di ucapkan, benda atau juga dengan sarana lainnya.